Dari Bahasa hingga Kuliner, Strategi Mighrul Lampung Bersatu Menjaga Identitas Budaya
DPP Mighrul Lampung Bersatu menyiapkan program strategis mulai dari lomba bubalah, kursus bahasa Lampung bersama Unila, hingga penyusunan buku kuliner tradisional.
LAMPUNGBERITAAKTIVITASBUDAYA
Tim Redaksi
4/23/20262 min read


Ketua Umum DPP Mighrul Lampung Bersatu Ir. Dwita Ria Gunadi, M.I.Kom. bersama Ketua Mighrul Kota Bandar Lampung Mas Ariona saat membahas program pelestarian budaya Lampung di Bandar Lampung.
Bandar Lampung – Upaya menjaga budaya daerah tidak bisa lagi dilakukan secara seremonial semata. Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, diperlukan langkah konkret dan berkelanjutan agar identitas lokal tetap hidup di tengah masyarakat.
Hal inilah yang menjadi fokus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mighrul Lampung Bersatu. Melalui berbagai program strategis, organisasi ini berupaya menghadirkan pelestarian budaya yang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga menyentuh kehidupan sehari-hari.
Ketua Umum DPP Mighrul Lampung Bersatu, Ir. Dwita Ria Gunadi, M.I.Kom., (gelar Ibuan Migo), menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai penjaga nilai dan identitas budaya Lampung.
“Budaya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dijalankan dan diwariskan. Di sinilah peran perempuan menjadi sangat penting,” ujarnya.
Salah satu program yang disiapkan adalah penguatan tradisi bubalah melalui lomba yang dikembangkan dari Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025. Tradisi tutur ini dinilai sebagai bagian penting dari kearifan lokal yang perlu terus dihidupkan, khususnya di kalangan generasi muda.
Flyer lomba dialog cawa bubalah Lampung yang digelar Mighrul Lampung Bersatu sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan bahasa daerah.


Melalui lomba bubalah, Mighrul Lampung Bersatu ingin mendorong masyarakat untuk kembali aktif menggunakan bahasa Lampung sebagai bagian dari identitas sehari-hari.
Tidak hanya itu, langkah nyata juga telah berjalan melalui kursus online bahasa Lampung yang hingga kini masih terus berlangsung. Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Lampung (Unila), khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Flyer kursus daring bahasa Lampung yang diselenggarakan Mighrul Lampung Bersatu bekerja sama dengan Universitas Lampung sebagai upaya pelestarian bahasa dan budaya daerah.


Kursus ini menjadi jembatan antara tradisi dan teknologi, membuka ruang belajar bahasa daerah secara lebih luas dan fleksibel, terutama bagi generasi muda.
Di sisi lain, pelestarian budaya juga dilakukan melalui pendekatan kuliner. DPP Mighrul Lampung Bersatu tengah menghimpun berbagai resep masakan khas Lampung dari anggota di seluruh kabupaten/kota untuk disusun menjadi sebuah buku kuliner.
Langkah ini bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga upaya menjaga warisan rasa yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Lampung.
“Setiap daerah memiliki cita rasa dan cerita. Ketika kita kumpulkan, itu menjadi kekayaan besar yang harus kita jaga bersama,” lanjutnya.
Rangkaian program ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi, konsistensi, dan inovasi. Tidak hanya menjaga apa yang ada, tetapi juga menyesuaikannya dengan perkembangan zaman.
Melalui langkah-langkah tersebut, Mighrul Lampung Bersatu berharap budaya Lampung tidak hanya bertahan, tetapi juga terus tumbuh, dikenal, dan dibanggakan oleh generasi masa kini hingga mendatang.
Artikel lainnya
Berita dan artikel dengan perspektif inklusif.
Komunitas
Info Terkini
redaksi@tapisdigital.id
© 2026. All rights reserved.
