Zakat Fitrah dan Zakat Mal: Pengertian, Perbedaan, Hukum, dan Ketentuannya dalam Islam
Penjelasan lengkap zakat fitrah dan zakat mal beserta perbedaan, hukum, dan ketentuannya dalam Islam. Panduan ibadah zakat Ramadhan yang mudah dipahami.
RELIGI
2/27/20263 min read


Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kewajiban zakat menjadi perhatian utama umat Islam. Selain zakat fitrah yang berkaitan langsung dengan ibadah puasa Ramadhan, terdapat pula zakat mal yang wajib ditunaikan bagi muslim yang memiliki harta mencapai nisab dan memenuhi syarat tertentu.
Memahami zakat fitrah dan zakat mal secara benar penting agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan syariat serta memberikan manfaat maksimal bagi penerima.
Zakat Fitrah: Penyempurna Ibadah Puasa Ramadhan
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim pada bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri. Zakat ini berfungsi sebagai penyucian diri bagi orang yang berpuasa sekaligus bantuan bagi fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata:
“Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas setiap muslim, baik budak maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits lain disebutkan hikmah zakat fitrah:
“Zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kotor, serta sebagai makanan bagi orang miskin.”
(HR. Abu Dawud)
Para ulama menjelaskan bahwa zakat fitrah wajib bagi setiap muslim yang memiliki kelebihan makanan untuk dirinya dan keluarganya pada malam Idul Fitri.
Besaran Zakat Fitrah
Besaran zakat fitrah adalah satu sha’ bahan makanan pokok (sekitar 2,5–3 kg beras di Indonesia), atau dapat diganti dengan nilai uang yang setara menurut sebagian pendapat ulama kontemporer.
Waktu Pembayaran
Waktu utama pembayaran zakat fitrah adalah sebelum shalat Idul Fitri. Namun diperbolehkan membayar sejak awal Ramadhan menurut pendapat mayoritas ulama.
Zakat Mal: Zakat Harta Kekayaan
Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta tertentu yang telah memenuhi syarat nisab (batas minimal) dan haul (masa kepemilikan satu tahun hijriyah).
Allah SWT berfirman:
“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat…”
(QS. Al-Baqarah: 43)
Jenis harta yang wajib dizakati antara lain:
Emas dan perak
Uang dan tabungan
Hasil perdagangan
Hasil pertanian
Peternakan
Investasi dan penghasilan (menurut ulama kontemporer)
Besaran zakat mal untuk harta simpanan umumnya adalah 2,5 persen dari total harta yang telah mencapai nisab.
Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Perbedaan utama keduanya dapat dipahami sebagai berikut:
Zakat Fitrah
Wajib bagi setiap individu muslim
Dibayar pada bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri
Berupa makanan pokok atau nilai setara
Bertujuan membantu fakir miskin saat hari raya
Zakat Mal
Wajib bagi pemilik harta yang mencapai nisab
Dibayar ketika haul terpenuhi
Berupa harta atau uang
Bertujuan pemerataan ekonomi dan pemberdayaan umat
Golongan Penerima Zakat
Penerima zakat telah ditetapkan dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, miskin, amil zakat, muallaf, memerdekakan budak, orang berhutang, di jalan Allah, dan ibnu sabil.”
(QS. At-Taubah: 60)
Ayat ini menjadi dasar distribusi zakat dalam seluruh mazhab fiqih Islam.
Hikmah dan Keutamaan Zakat
Zakat memiliki banyak hikmah, diantaranya:
Membersihkan harta dan jiwa
Mengurangi kesenjangan sosial
Membantu kaum dhuafa
Mendatangkan keberkahan rezeki
Memperkuat solidaritas umat
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.”
(HR. Muslim)
Pentingnya Memahami Zakat Secara Benar
Pemahaman tentang zakat, infak, dan sedekah menjadi penting agar ibadah yang dilakukan sesuai syariat dan tepat sasaran.
👉 Baca juga: Memahami Zakat, Infak, dan Sedekah: Ibadah Sosial yang Membawa Keberkahan
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar distribusi bantuan lebih optimal dan berdampak luas.
👉 Baca juga: Jangan Salah Salur! Ini Pentingnya ZISWAF Melalui Lembaga Resmi Agar Tepat Sasaran dan Amanah
Ramadhan Momentum Terbaik Menunaikan Zakat
Ramadhan merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah dan kepedulian sosial karena pahala kebaikan dilipatgandakan.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:
“Rasulullah ﷺ adalah manusia paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari)
Dengan menunaikan zakat fitrah dan zakat mal secara benar, seorang muslim tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesejahteraan umat dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.
📚 Referensi
Al-Qur’an Al-Karim
Shahih Bukhari
Shahih Muslim
Abu Dawud
Imam An-Nawawi — Riyadhus Shalihin
Yusuf Al-Qaradawi — Fiqh Az-Zakah
Wahbah Az-Zuhaili — Fiqh Islam wa Adillatuhu
Konten Bersponsor
🌙 Ramadhan adalah Waktu Terbaik untuk Berbagi
Masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Melalui Program Tebar Bahagia Ramadhan, Anda dapat berbagi kebahagiaan melalui zakat, infak, sedekah, maupun wakaf sesuai kemampuan.
Kebaikan yang diberikan hari ini dapat menjadi pahala yang terus mengalir.
👉 Informasi Program & Donasi via WhatsApp
https://wa.me/628117200411
Didampingi Relawan Duta Zakat Ramadhan


Artikel Lainnya
Berita dan artikel dengan perspektif inklusif.
Komunitas
Info Terkini
redaksi@tapisdigital.id
© 2026. All rights reserved.
